Pendakian Pertama Istri dan Anak Pertama ke Gunung Prau Lewat Jalur Dieng


Hari Sabtu, 6 Juli 2025, menjadi salah satu hari bersejarah dalam perjalanan kecil keluarga kami. Untuk pertama kalinya, istri saya dan anak pertama kami, Abid Bintang, memulai pengalaman mendaki gunung. Pilihan kami jatuh pada Gunung Prau, yang terkenal memiliki jalur pendakian yang aman dan cukup landai—sangat cocok bagi pendaki pemula seperti mereka berdua.


Mereka memilih jalur via Dieng - Patak banteng, salah satu jalur yang paling direkomendasikan untuk pendaki pemula. Selain pemandangannya yang indah, jalurnya tidak terlalu ekstrem dan cukup bersahabat untuk yang baru pertama kali mencoba naik gunung.


Berangkat dari Basecamp Patak Banteng Dieng Pagi Hari

Sekitar pukul 9 pagi, kami memulai perjalanan dari basecamp pendakian jalur Dieng. Suasana pagi di dataran tinggi Dieng benar-benar menyenangkan. Udara sejuk, pemandangan ladang dan pegunungan, serta aroma tanah basah memberikan semangat tersendiri.


Setelah pengecekan singkat dan pengarahan dari pemandu, mereka pun memulai langkah-langkah awal dalam dunia pendakian.



Berjalan Sampai Pos 2

Perjalanan dari basecamp hingga Pos 2 berjalan cukup lancar. Trek-nya memang sesuai ekspektasi—tidak terlalu terjal, dan masih memungkinkan untuk dinikmati dengan santai sambil beristirahat di beberapa titik.


Namun, setelah sampai di Pos 2, kondisi fisik mulai terasa. Istri saya mulai kelelahan dan sesak nafas karena banyak pendaki yang merokok, anak kami Bintang pun terlihat mulai melambat. Setelah beristirahat sejenak dan berdiskusi, akhirnya mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan ke puncak. Keputusan ini bukan karena menyerah, melainkan bentuk bijak dari mendengarkan tubuh dan menikmati pendakian tanpa paksaan.


Meskipun tidak sampai ke puncak, keputusan ini mereka ambil demi kenyamanan dan keselamatan. Toh, pendakian bukan hanya tentang sampai ke atas, tapi tentang menikmati proses dan kebersamaan.



Petualangan Dialanjujtkan ke Telaga Menjer

Meski tidak sampai puncak, mereka tidak ingin mengakhiri hari begitu saja. Setelah turun dari jalur pendakian, mereka melanjutkan perjalanan ke Telaga Menjer, destinasi ikonik di kawasan Dieng yang hanya berjarak sekitar 11,5 km atau sekitar 30 menit dari basecamp jalur pendakian Gunung Prau.


Begitu sampai di area Telaga Menjer, hal pertama yang terasa adalah udara sejuk yang langsung menyapa. Asri, alami, dan tenang banget. Telaga ini dikelilingi perbukitan hijau dan kadang diselimuti kabut tipis yang bikin suasana makin syahdu. Airnya tenang, nyaris tanpa gelombang, seperti cermin raksasa yang memantulkan langit dan pepohonan.


Lebih dari Sekadar Mendaki

Pendakian ini mungkin tidak sampai ke puncak, tapi bagi mereka ini adalah awal dari sesuatu yang baru. Istri saya dan anak kami Bintang telah memulai perjalanan mereka menjelajahi alam lewat pengalaman pertama yang menyenangkan dan aman.


Gunung Prau, dengan segala keramahan jalurnya, menjadi tempat yang tepat untuk merayakan langkah pertama ini. Mungkin di lain waktu, mereka akan kembali dan mencoba mencapai puncaknya. Tapi hari itu, mereka berdua sudah mencapai tujuan yang paling penting: berani mencoba, menikmati alam, dan menciptakan kenangan bersama.


Sampai jumpa di petualangan berikutnya!