Mengunjungi Kapal Pesiar Holland America Line di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang


Rabu, 31 Desember 2025 menjadi hari yang cukup berkesan bagi saya. Di penghujung tahun, saya mendapat kesempatan yang tidak datang setiap hari: berkunjung dan memasuki kapal pesiar Holland America Line yang sedang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Kunjungan ini terasa semakin istimewa karena tujuan utamanya adalah untuk bertemu adik saya yang bekerja di kapal pesiar tersebut.

Holland America Line adalah sebuah operator kapal pesiar yang dimiliki oleh Carnival Corporation & plc. Perusahaan ini berkantor pusat di Seattle, Washington, Amerika Serikat. Kapasitas kapal pesiar Holland America Line (HAL) bervariasi tergantung armadanya, mulai dari kapal terkecil seperti MS Volendam dan MS Zaandam (sekitar 1.432 penumpang) hingga yang terbesar seperti MS Rotterdam, Nieuw Statendam, dan Koningsdam yang bisa menampung hingga sekitar 2.650-2.700 penumpang, dengan total armada 11 kapal yang umumnya menawarkan pengalaman yang tidak terlalu ramai dengan kapasitas 1.432 hingga 2.668 tamu per kapal. 


Sejak pagi, suasana Pelabuhan Tanjung Emas sudah tampak lebih ramai dari biasanya. Kapal pesiar berukuran besar itu terlihat megah dari kejauhan, menjulang dengan desain khas kapal internasional. Jujur saja, melihatnya secara langsung memberikan rasa takjub tersendiri—ukuran, detail, dan aura “kelas dunia”-nya benar-benar terasa.

Proses masuk ke area pelabuhan hingga naik ke kapal dilakukan dengan prosedur yang cukup ketat, namun tertata rapi. Setelah melewati pemeriksaan, akhirnya saya bisa menginjakkan kaki di dalam kapal pesiar Holland America Line. Pengalaman pertama memasuki kapal pesiar langsung memberi kesan mewah dan profesional. Interiornya bersih, elegan, dan tertata dengan sangat baik. Lorong-lorong kapal terasa hidup dengan aktivitas para kru dari berbagai negara.

Momen paling berharga tentu saja saat akhirnya bertemu dengan adik saya. Melihatnya bekerja di lingkungan internasional seperti ini menimbulkan rasa bangga tersendiri. Ia bercerita tentang kesehariannya di kapal, rutinitas kerja, serta bagaimana kehidupan di atas kapal pesiar yang penuh dengan tantangan sekaligus pengalaman berharga.


Kami sempat berkeliling beberapa area kapal yang diizinkan untuk dikunjungi. Dari ruang publik, area rekreasi, hingga sudut-sudut kapal yang biasanya hanya saya lihat lewat foto atau video. Semua terasa seperti membuka jendela baru tentang dunia pelayaran dan pariwisata internasional.

Kunjungan singkat ini bukan hanya tentang melihat kapal besar atau menikmati suasana pelabuhan, tetapi juga tentang kebersamaan keluarga di tengah kesibukan dan jarak. Di akhir tahun 2025, pengalaman ini menjadi penutup yang manis dan penuh makna bagi saya.

Semoga suatu hari nanti saya bisa kembali menginjakkan kaki di kapal pesiar, mungkin bukan hanya sebagai pengunjung, tetapi sebagai penumpang yang ikut berlayar menjelajahi dunia