Dusun Jetis RT 02, Desa Gambasan, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung menggelar Pengajian Akbar Akhirussanah pada Minggu, 8 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penuh makna sebagai penutup rangkaian kegiatan keagamaan sekaligus ajang mempererat ukhuwah islamiyah antarwarga.
Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB ini dihadiri oleh masyarakat Dusun Jetis dan sekitarnya dengan antusias yang tinggi. Suasana pengajian berlangsung khidmat namun tetap hangat dan penuh kebersamaan.
Pengajian Akbar ini menghadirkan Ustadzah Mumpuni Handayayekti sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan keislaman yang menyejukkan hati, mengajak jamaah untuk terus meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, serta menjadikan ilmu sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian yang lugas dan penuh keteladanan membuat para jamaah menyimak dengan penuh perhatian.
Menambah kekhidmatan acara, pengajian ini juga diiringi lantunan sholawat dari Hadroh Lintang Rino Desa Kacepit. Alunan hadroh yang merdu semakin menguatkan suasana religius dan menghadirkan ketenangan batin bagi seluruh hadirin.
Melalui kegiatan Pengajian Akbar Akhirussanah ini, diharapkan semangat kebersamaan, keimanan, dan kecintaan terhadap ilmu agama dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Dusun Jetis RT 02. Panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya acara ini dengan lancar dan penuh berkah.
Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua. Aamiin.
Ustadzah Mumpuni Handayayekti adalah seorang pendakwah populer kelahiran Cilacap, 27 September 1995, yang dikenal sebagai "Ustadzah Ngapak" karena ciri khas ceramahnya menggunakan bahasa Jawa Banyumasan. Ia mulai dikenal luas melalui ajang pencarian bakat pendakwah dan memiliki gaya dakwah yang humoris serta merakyat. Ia telah menikah dengan Gus Fitroh Noor Muhammad Hasan.
Berikut adalah beberapa detail mengenai Ustadzah Mumpuni:
Julukan: Ustadzah Ngapak, karena gaya khasnya yang menggunakan bahasa Jawa Ngapak. Lahir di Cilacap, 27 September 1995. Tercatat sebagai mahasiswa STAIN Purwokerto. Dikenal luas setelah mengikuti Akademi Sahur Indonesia (AKSI). Menikah dengan Gus Fitroh Noor Muhammad Hasan dari Temanggung.






