Perkembangan dunia periklanan bergerak sangat cepat. Media berubah, teknologi berganti, dan tren datang silih berganti. Namun di tengah perubahan itu, buku Lanturan Tapi Relevan: Dasar-Dasar Kreatif Periklanan karya Budiman Hakim justru mengingatkan bahwa inti dari periklanan tidak banyak berubah. Meski diterbitkan pada tahun 2005, buku ini masih layak dibaca hingga hari ini.
Budiman Hakim, sebagai praktisi periklanan, menyusun buku ini dengan fokus pada dasar-dasar berpikir kreatif dalam membuat iklan. Ia menekankan bahwa iklan bukan sekadar visual menarik atau kata-kata yang ramai, melainkan sebuah proses komunikasi yang harus memiliki tujuan, pesan, dan relevansi dengan audiens. Di sinilah makna judul “lanturan tapi relevan” terasa tepat.
Isi buku ini membahas berbagai aspek fundamental periklanan, mulai dari peran ide, cara memahami konsumen, hingga pentingnya sudut pandang kreatif dalam menyampaikan pesan. Banyak contoh yang diangkat berasal dari konteks media konvensional seperti iklan cetak dan televisi, namun prinsip yang dijelaskan tetap bisa diterapkan pada media digital saat ini.
Dari sisi bahasa, buku ini ditulis dengan gaya yang lugas dan komunikatif. Tidak terlalu akademis, sehingga mudah dipahami oleh pembaca pemula. Buku ini cocok untuk mahasiswa komunikasi, periklanan, desain grafis, copywriter pemula, maupun siapa saja yang tertarik dengan dunia kreatif.
Kelemahan buku ini terletak pada keterbatasan konteks zaman. Beberapa contoh dan pembahasan terasa sudah jauh dari realitas industri periklanan masa kini. Namun justru di situlah nilai pentingnya: buku ini mengajak pembaca untuk kembali ke akar kreativitas, bukan sekadar mengikuti tren dan teknologi terbaru.
Secara keseluruhan, Lanturan Tapi Relevan: Dasar-Dasar Kreatif Periklanan adalah buku yang tepat untuk membangun fondasi berpikir kreatif. Ia tidak menawarkan strategi digital terkini, tetapi memberikan pemahaman mendasar yang kuat tentang bagaimana iklan seharusnya bekerja.
Buku ini membuktikan bahwa gagasan yang baik tidak mengenal usia. Meski sudah lama terbit, pemikiran Budiman Hakim tetap relevan sebagai pegangan dasar dalam dunia periklanan dan industri kreatif.


